Sabtu, 07 Juni 2014

Makalah tauhid




Memahami Allah dan sifat-sifat-Nya
MAKALAH
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Tauhid
Dosen Pengampu : Sofa Muthohar, M.Ag

Description: C:\Users\Karamel\Pictures\iain-walisongo1.jpg

Disusun oleh :
Mu’minah                              (133311006)
Anis Siti K.                            (133311020)
Eko Juni Setyawan                (133311023)
Durrotun Nafisah                   (133311036)

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2014



I.                PENDAHULUAN

Tauhid ialah mengesakan Allah dan mengakui keberadaannya serta kuat kepercayaannya bahwa Allah itu hanya satu tidak ada yang lain. Tidak ada sekutu baginya, yang bisa menandinginya bahkan mengalahkannya. Ada tiga macam tauhid dalam islam, yakni : Tauhid Rububiyah, Uluhiyah, Asma wa sifat. Ketiga tauhid tersebut harus dimiliki oleh manusia sebagai hamba-Nya. Sebagai umat muslim kita tidak boleh hanya memiliki salah satu dari ketiga tauhid tersebut, karena ketiga tauhid tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Apabila kita hanya mempercayai salah satu diantaranya maka kita tidak bisa disebut sebagai seorang yang syirik bahkan keluar dari islam.
II.              RUMUSAN MASALAH
A.  Bagaimana pemikiran tentang Allah?
B.  Apa nama-nama dan sifat-sifat Allah?
C.  Apa macam-macam ilmu tauhid?
III.            PEMBAHASAN
A.    Pemikiran tentang Tuhan
1.     Memikirkan Allah melalui hal-hal sebagai berikut:
a.      Mengenal Allah adalah fitrah insani
Disadari atau tidak disadari manusia akan merindukan sang pencipta dan pelindungnya. Suara fitrah muncul terdengar dan menjerit memanggil rabbnya manakala manusia dihadapkan malapetaka, kesulitan yang dahsyat. Saat itu manusia patuh, tunduk, khusyuk, tawakal dan tidak ingkar kepada-Nya.
b.     Mengenal Allah melalui alam semesta ciptaan-Nya
Agar lebih yakin terhadap kebesaran dan keagungan zat Allah yang maha pencipta, maka al-Qur’an menyeru manusia untuk meneliti dan merenungkan ciptaan-ciptaan-Nya. [1]
Bahwasannya umat islam dilarang memikir-mikirkan bagaimana zat Allah. Diriwayatkan oleh Abu Nairim dari Ibnu Abbas, bahwasanya segolongan sahabat memikir-mikirkan tentang Allah, maka bersabdalah Nabi SAW:
تَفَكَّرُوْا فِي خَلْقِ اللَّهِ وَلاَ تَتَفَكَّرُوْا فِي الَّلهِ فَاِ نَّكُمْ لَنْ تَقْدُرُوْا قَدْرَهُ

            “Berpikirlah kamu pada penciptaan Allah dan janganlah kamu memikirkan tentang zat Allah sendiri, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tak dapat memenuhi kadarnya”. [2]  
c.      Mengenal Allah dan sifat-Nya melalui firman-firman-Nya
Muhammad Salih as-Samarani (1820-1903) merupakan generasi penerus dari paham al-Asy’ari, dengan menyediakan karya tulis yang mudah dipahami orang awam untuk memperkuat iman mereka, juga menyatakan bahwa Tuhan memiliki sifat. Menurutnya, wajib menurut syara’ bagi orang mukallaf, akil baligh, mengetahui sifat wajib Allah sebanyak dua puluh, sifat mustahil Allah dua puluh dan sifat jaiz Allah. [3]
Kita mengetahui dari al-Qur’an bahwa Allah memiliki zat yang berbeda dengan zat segala sesuatu yang diciptakann-Nya. Dengan pengertian, bahwa semua makhluk yang ada di alam ini datang karena adanya wujud yang mendahului-Nya atau datang melalui perkawinan antara laki-laki dan perempuan. Sedangkan Allah terlepas dari hukum-hukum yang berlaku atas makhluk-makhlukNya. 
Kita mengetahui dari aqidah Islam, bahwa Allah itu berdiri sendiri. Dia tidak membutuhkan semua ciptaannya-Nya melainkan mereka lah yang selalu butuh kepada-Nya.[4]   

B.    Nama-nama dan sifat-sifat Allah
1.     Nama-nama Allah
a.      Asmaul husna
Allah SWT berfirman:
¬!ur âä!$oÿôœF{$# 4Óo_ó¡çtø:$# çnqãã÷Š$$sù $pkÍ5 ( (#râ‘sŒur tûïÏ%©!$# šcr߉Åsù=ムþ’Îû ¾ÏmÍ´¯»yJó™r& 4 tb÷rt“ôfã‹y™ $tB (#qçR%x. tbqè=yJ÷ètƒ ÇÊÑÉÈ  
Artinya: “hanya milik Allah asmaa-ul husna Maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya nanti mereka akan mendapat Balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.”(QS. Al-A’raf:180).
Ayat yang agung ini menunjukan hal-hal berikut:
1)     Menetapkan nama-nama (asma’) untuk Allah SWT, maka siapa yang menafikannya berarti ia telah menafikan apa yang telah ditetapkan Allah dan juga berarti dia telah menentang Allah SWT.
2)     Bahwasanya asma’ Allah SWT semuanya adalah husna. Maksudya sangat baik. Karena ia mengandung makna dan sifat-sifat yang sempurna, tanpa kekurangan dan cacat sedikitpun. Ia bukanlah sekedar nama-nama kosong yang tak bermakna atau tak mengandung arti.
3)     Sesungguhnya Allah memerintahkan berdo’a dan bertawasul kepadaNya dengan nama-namaNya. Maka hal ini menunjukan keagungannya serta kecintaan Allah kepada do’a yang disertai nama-namaNya.
Bahwasanya Allah SWT mengancam orang-orang ilhad dalam asma’nya dan Dia akan membalas perbuatan mereka yang buruk itu.
b.     Kandungan Asmaul husna
Nama-nama yang mulai ini bukanlah sekedar nama kosong yang tidak mengandung makna dan sifat, justru ia adalah nama-nama yang menunjukan kepada makna yang mulia dan sifat yang agung. Setiap nama menunjukan kepada sifat, maka nama Ar-Rahman dan Ar-Rahim menunjukan sifat rahmah; As-Sami’ dan Al-Bashir menunjukan sifat mendengar dan melihat; Al-‘Alim menunjukan sifat ilmu yang luas; Al-Karim menunjukan sifat karam (dermawan dan mulia); Al-Kholiq menunjukan Dia menciptakan; dan AR-Razzaq menunjukan Dia memberi rizki dengan jumlah yang banyak sekali. Begitulah seterusnya, setiap nama dari nama-namaNya menunjukan sifat dari sifat-sifatnya.
Syaikh Ibnu Taimiyah berkata: “setiap nama dari nama-namaNya menunjukan kepada Dzat yang disebutnya dan sifat yang dikandungnya, seperti Al-‘Alim menunjukan Dzat dan ilmu, Al-Qodir menunjukan Dzat dan qudrah, Ar-Rahim menunjukan Dzat yang maha penyayang.
Ibnul Qayyim berkata, “Nama-nama Rabb menunjukan sifat-sifat kesempurnaanNya, karena ia diambil dari sifat-sifatnya. Jadi ia adalah nama sekaligus sifat dan karena itulah ia menjadi husna. Sebab andaikata ia hanyalah lafazh-lafazh yang tak bermakna maka tidaklah disebut husna, jika tidak menunjukan kepada pujian dan kesempurnaan. Jika demikian tentu diperbolehkan meletakan nama intiqam (balas dendam) dan ghadhob (marah) pada tempat rahmat dan ihsan, atau sebaliknya. Sehingga boleh dikatakan, “Ya Allah sesungguhnya saya telah menzhalimi diri sendir, maka ampunilah aku, karena engkau sesungguhnya adalah Al-Muntaqim (maha membalas dendam). Ya Allah anugerahilah saya, karena sesungguhnya engkau adalah Adh-Dharr (yang memberi madharat) dan Al-Mani’ (yang menolak)” dan semacamnya. Lagi pula kalau tidak menunjukan arti dan sifat, tentu tidak diperbolehkan memberi kabar dengan masdar-masdarNya dan menetapkannya untuk dirinya dan telah ditetapkan oleh Rasulnya untuk-Nya, seperti firman Allah dalam surat Adz-Dzariyat:58
¨bÎ) ©!$# uqèd ä-#¨—§9$# rèŒ Ío§qà)ø9$# ßûüÏGyJø9$# ÇÎÑÈ  
“Sesungguhnya Allah Dialah Maha pemberi rezki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.”
Dari sini diketahui bahwa Al-Qawiy adalah salah satu nama-namanya yang bermakna “Dia yang mempunyai kekuatan”. Begitu pula firman Allah fathir:10
`tB tb%x. ߉ƒÌãƒ no¨“Ïèø9$# ¬Tsù äo¢•Ïèø9$# $·è‹ÏHsd 4 Ïmø‹s9Î) ߉yèóÁtƒ ÞOÎ=s3ø9$# Ü=Íh‹©Ü9$# ã@yJyèø9$#ur ßxÎ=»¢Á9$# ¼çmãèsùötƒ 4 z`ƒÏ%©!$#ur tbrãä3ôJtƒ ÏN$t«ÍhŠ¡¡9$# öNçlm; Ò>#x‹tã Ó‰ƒÏ‰x© ( ãõ3tBur y7Í´¯»s9'ré& uqèd â‘qç7tƒ ÇÊÉÈ  
 “Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, Maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya. dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras. dan rencana jahat mereka akan hancur.”[5]
2.     Sifat-sifat Allah
a.      Sifat-sifat  wajib Allah
1)     Al-Wujud artinya ada
2)     Al-Qidam artinya dahulu
3)     Al-Baqa’ artinya kekal
4)     Al-Mukhaalafah lil Hawaadits artinya berbeda dengan makhluk
5)     Al-Qiyamu binafsih artinya berdiri sendiri
6)     Al-Wahdaniyah artinya ke-Esaan
7)     Al-Qudrah artinya berkuasa
8)     Al-Iradah artinya berkehendak
9)     Al-Ilmu artinya mengetahui
10) Al-Hayat artinya hidup
11) Al-Sam’ artinya mendengar
12) Al-bashr artinya melihat
13) Al-Kalam artinya berbicara
Segolongan ahli ilmu tauhid berpendapat bahwa sifat-sifat wajib Allah itu ada dua puluh, yaitu selain yang tiga belas sifat tersebut ditambah lagi:
14) Kaunuhu Qadiran artinya Allah dalam keadaan berkuasa
15) Kaunuhu Muriedan artinya Allah dalam keadaan berkehendak
16) Kaunuhu Aaaliman artinya Allah dalam keadaan mengetahui
17) Kaunuhu Haiyan artinya Allah dalam keadaan hidup
18) Kaunuhu Samie’an artinya Allah dalam keadaan mendengar
19) Kaunuhu Bashieron artinya Allah dalam keadaan melihat
20) Kaunuhu Mutakalliman artinya Allah dalam keadaan berkata-kata
b.     Sifat-sifat mustahil Allah
1)     Adam artinya tiada
2)     Hudus artinya ada yang mendahului
3)     Fana artinya berakhir
4)     Mumatsalatul lil hawaditsi artinya ada yang menyamai
5)     Ihtiyaju  lighairihi artinya memerlukan yang lain
6)     Ta’adud artinya berbilang
7)     Ajzun artinya lemah
8)     Karahah artinya terpaksa
9)     Jahlun artinya bodoh
10) Mautun artinya mati
11) Shamamun artinya tuli
12) Ama artinya buta
13) Bakamun artinya bisu
14) Kaunuhu ‘ajiyan artinya zat yang lemah
15) Kaunuhu  karihan artinya zat yang terpaksa
16) Kaunuhu  jahilan artinya zat yang sangat bodoh
17) MayyitMan artinya zat yang mati
18) Kaunuhu ashamma artinya zat yang tuli
19) Kaunuhu ‘amma artinya zat yang buta
20) Kaunuhu abkama artinya zat yang bisu
c.      Sifat jaiz Allah
Sifat Jaiz bagi Allah adalah sebagai berikut:
فِعْلُ كُلِّ مُمْكِنٍ اَوْ تَرْ كُهُ
Jaiz bagi Allah atau  harus bagi-Nya di sini ialah tidak mesti dan tidak mustahil. Jadi mestinya, tidak wajib bagi Allah perbuat suatu makhluk dan tidak pula mustahil. Kalau ia suka ia perbuat dan Ia tidak perbuat kalau Ia tidak suka. Allah berbuat menurut kehendak-Nya.[6]

C.    Macam-macam ilmu tauhid
1.     Tauhid Uluhiyah
Tauhid Uluhiyah atau ubudiyah ialah Tauhid Ibadah, yaitu beribadah, berdoa, meminta dalam hal yang gaib, tunduk, merendah hanya kepada Allah, tidak kepada yang lainnya dan tidak menerima hukum agama dan ketetapan dalam perkara gaib kecuali dari Allah.[7]
Tauhid uluhiyah diartikan dengan mengiktikadkan, bahwa Allah sendirilah yang berhak disembah dan yang berhak dituju oleh semua hambanya, atau dengan kata lain tauhid Uluhiyah adalah percaya sepenuhnya bahwa Allah lah yang berhak menerima semua peribadatan makhluk, dan hanya Allah sajalah yang sebenarnya dan yang harus disembah. Yang dimaksud dengan tauhid Uluhiyah ialah: meyakini bahwa tidak ada Tuhan selain Allah SWT. Firman Allah SWT.
ö/ä3ßg»s9Î)ur ×m»s9Î) Ó‰Ïnºur ( Hw tm»s9Î) žwÎ) uqèd ß`»yJôm§9$# ÞOŠÏm§9$# ÇÊÏÌÈ  
“Dan Tuhanmu adalah Tuhan yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”. (Qs.Al-Baqarah:163) [8]

2.     Tauhid Rububiyah
Tauhid Rububiyah yaitu mengesakan Allah SWT dalam segala perbuatanNya, dengan menyakini bahwa Dia sendiri yang menciptakan segenap makhluk. [9]  Jadi tidak ada yang membuat, mengurus, dan mengatur semua makhluk ini selain Allah SWT.
Tauhid Rububiyah akan rusak apabila kita mengakui bahwa yang mengurus alam ini ada dua orang, seperti dipercayai oleh bangsa Persi zaman dulu.[10]
Allah berfirman:
¨bÎ) š­/u‘ uqèd ß,»¯=sƒø:$# ãLìÎ=yèø9$# ÇÑÏÈ  
“Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang Maha Pencipta lagi Maha mengetahui.” (QS. Al-Hijr : 86)
3.     Asma’ Wa Shifat
Yaitu beriman kepada nama-nama Allah dan sifat-sifatNya, sebagaimana yang di terangkan dalam Al-Quran dan Sunnah RasulNya menurut apa yang pantas bagi Allah SWT, tanpa takwil dan ta’thil, tanpa takyif, dan tamtsil, berdasarkan firman Allah SWT
  }§øŠs9 ¾ÏmÎ=÷WÏJx. Öäï†x« ( uqèdur ßìŠÏJ¡¡9$# 玍ÅÁt7ø9$# ÇÊÊÈ  
Artinya: “Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Pendengar lagi lagi Maha Melihat.” QS. Asy-Syura: 11
     Allah menafikan jika ada sesuatu yang menyerupaiNya, dan Dia menetapkan bahwa Dia adalah Maha Mendengar dan Maha Melihat. Maka Dia diberi nama dan disifati dengan nama dan sifat yang Dia berikan untuk diriNya dan dengan nama dan sifat yang disampaikan oleh Rasulnya. Al-Qur’an dan As-Sunnah dalam hal ini tidak boleh dilanggar, karena tidak seorangpun yang lebih mengetahui Allah daripada Allah sendiri, dan tidak ada sesudah Allah orang yang lebih mengetahui Allah daripada RasulNya. Maka barangsiapa yang mengingkari nama-nama Allah dan sifat-sifatNya atau menamakan Allah dan menyifatiNya dengan nama-nama dan sifat-sifat makhlukNya, atau men takwi kan dari maknanya yang benar, maka dia telah berbicara tentang Allah tanpa ilmu dan berdusta terhadap Allah dan RasulNya.

IV.            KESIMPULAN
Eksistensi Tuhan, menurut Muhammad Shalih bahwa Tuhan adalah esa dalam zat, sifat, dan perbuatanNya, bersifat sempurna (Kamalat), maha suci dari sifat dan kekuranganNya (Naqais), zat yang memiliki sifat sempurna dan mulia, sifat yang menyebabkan terwujudnya segala sesuatu selainNya, bersifat rahman dan rahim.
Nama-nama Rabb menunjukan sifat-sifat kesempurnaanNya, karena ia diambil dari sifat-sifatnya. Jadi ia adalah nama sekaligus sifat dan karena itulah ia menjadi husna.
Macam-macam ilmu tauhid yaitu: Tauhid Rububiyah (mengesakan Allah SWT dalam segala perbuatanNya, dengan menyakini bahwa Dia sendiri yang menciptakan segenap makhluk), Tauhid Uluhiyah atau ubudiyah (mengiktikadkan bahwa Allah sendirilah yang berhak disembah dan yang berhak dituju oleh semua hambanya, atau hanya Allah-lah yang berhak menerima semua peribadatan makhluk dan yang harus disembah).

V.              PENUTUP
Demikianmakalah yang kami buat.Dalam penyusunan makalah ini, kami menyadari masih banyak kekurangan dan kelemahan karena keterbatasan pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi. Kami berharap bagi pembaca dapat berkenan memberikan kritik dan saran yang membangun, demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat, amin





[1] Choiruddin Hadhiri, Kandungan Al-Qur’an, Jakarta: Gema Insani, 2005, hlm. 10
[2] Tengku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy, Sejarah dan Pengantar Ilmu Tauhid/Kalam, Semarang: Pustaka Rizki Putra, 1999, Hlm. 171-172
[3] Ghazali Munir, Tuhan, Manusia dan Alam dalam Pemikiran Kalam Muhammad Shalih As-Samarani, Semarang: RaSAIL Media Group, 2008, Hlm. 99
[4] Ahmad Bahjat, Allah fi al-Islamiyyah: Risalah Jadidah fi at-Tauhid, Bandung: Pustaka Hidayah, hlm. 274
[5]   Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan, At-Tauhid Lish-Shaffil Awwal Al-Ali, Jakarta: Akafa Press. 1998 hlm. 101-105
[6] Hamzah Ya’qub, Ilmu Ma’rifah, Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 2001, hlm.78-80
[7] Hamzah Ya’qub, Ilmu Ma’rifah, hlm. 7
[8] Zainuddin, Ilmu Tauhid Lengkap, Jakarta: PT. Rineka cipta, 1992, hlm. 17
[9] Shalih Bin Fauzan, At-Tauhid Lish-Shaffil Awwal Al-Ali, hlm. 19-20
[10] Zainuddin, Ilmu Tauhid Lengkap, hlm.20-21

DAFTAR PUSTAKA


Al-Fauzan, Shalih bin Fauzan bin Abdullah. At-Tauhid Lish Shaffil Awwal Al-Ali. Jakarta: Akafa
Press. 1998.
As-Shiddieqy, Tengku Muhammad Hasbi, dkk. Sejarah dan Pengantar Ilmu Tauhid/Kalam.
Semarang: pustaka rizki putra. 1999.
Bahjat, Ahmad. Allah fi al-Islamiyyah: Risalah Jadidah fi at-Tauhid. Bandung: Pustaka
Hidayah. 1998.
Hadhiri, Choiruddin. Kandungan Al-Qur’an. Jakarta: Gema Insan. 2005.
Munir, Ghazali. Tuhan, Manusia dan Alam dalam Pemikiran Kalam Muhammad Shalih As-
Samarani.  Semarang: RaSAIL Medi Group. 2008
Ya’qub, Hamzah.  Ilmu Ma’rifah. Jakarta: Pedoman ilmu jaya. 2001.
Zainuddin. Ilmu Tauhid Lengkap. Jakarta: PT. Rineka cipta. 1992.

 



Kamis, 05 Juni 2014

BUKAN SALAH KU



Maaf…
Mungkin satu kata itu yang dapat aku katakan kepadamu,
Maafkan aku yang tak bisa mempertahankan hatiku ini untukmu,
Hati ku terlalu kecewa denganmu,
Benar-benar kecewa kepadamu,
Terlalu munafik dan bodoh jika aku masih mempertahankan perasaan ini,
Aku tak pernah berniat untuk menghapus rasa ku ini kepadamu,
Namun sikapmu lah yang telah membuat aku seperti ini,
Yang membuat aku Mulai tak perduli dan tak menghiraukan mu lagi,
Hati ini pun menolak untuk dapat menerima kamu lagi kak iwan,
Kau sendiri yang menghapus rasa cinta ku ini kepada mu,
Bukan aku yang menghapusnya,
Dan juga bukan orang lain yang menghapusnya,
Maafkan aku,
Kini telah ada hati yang mampu menempati ruang di hatiku,
Yang mungkin menggeserkan posisi mu di hatiku,
Walaupun aku belum begitu mengenalnya,
Walaupun aku belum mengenalnya lebih dalam,
Namun dia mampu mengisi ruang hatiku yang sakit karena luka yang kau berikan,
Yang tak semuanya kaum Adam mampu membuat hatiku nyaman,
Namun kedatangannya penawar yang sangat luar biasa saat ini,
Maafkan aku,
 aku yang memang harus menghapus mu dari ingatan ku, dari hatiku, dan juga dari pikiran ku,
lagi-lagi aku harus melepaskan cinta ini,
karena memang seharusnya aku untuk dapat melupakanmu,
terlalu menyakitkan jika aku terus mempertahankan mu,
karena memang cinta ini sudah tak dapat untuk dipertahankan,
masih banyak cinta lain yang lebih pantas aku pertahankan,
dan itu bukan cintamu,
aku melakukan seperti ini bukan karena untuk kebaikan ku saja,
namun ini adalah jalan yang terbaik untuk kita,
aku berharap kamu dapat mengerti ini semua,
kakak harus tau,
banyak kesakitan yang aku rasakan ketika bersama mu,
hanya luka, sakit, dan marah ketika dengan mu,
maaf, aku memang harus pergi dan akan pergi,
aku tak kuasa untuk menanti mu,
penantian ku berakhir sampai disini,
for: kakak iwan


Keluh dan kesah

Tuhan, sampai kapan diri ini merasakan letih, merasakan keluh dan kesah dalam menjalani kehidupan ini,
Diri ini terasa lelah dan letih karena keluhan,
Begitu dalamnya duri yang hinggap di tubuh ini,
Betapa perihnya luka yang ku rasakan ini,

Tuhan, aku lelah, aku sangat-sangat lelah,
Lelah karena selalu, terus, merasakan keluh.
Keluh…
Satu kata yang sulit untuk menghapusnya,
Satu kata yang selalu melekat pada diri ini,
Satu kata yang aku benci,
Satu kata yang aku tak kuasa untuk menyingkirkannya,
Satu kata yang membuat ku rapuh,
Satu kata yang ingin sekali aku membuangnya jauh-jauh,
Satu kata yang aku tak ingin menemui kata itu lagi,
Satu kata yang menyakitkan, sangat-sangat menyakitkan Tuhan,,,
Jika dapat aku meminta, buang lah kata itu dari hidupku Tuhan,
Jika Engkau tak dapat menghapusnya,
Setidaknya singkirkan kata itu dari hidupku walau hanya satu hari Tuhan,
Namun jika satu hari itu pun sulit untuk Engkau mengabulkannya,
Cukup lah satu jam untukku agar tak dapat berjumpa dan bertemu dengan kata itu,
Jika itupun berat untuk mengabulkannya,
Satu menit, bahkan satu detik pun aku terima,
Asalkan Engkau mau menyingkirkan kata itu,
Walau hanya sejenak, walau hanya sesaat Tuhan,
Sejenak untuk melupakan kata itu,
Apakah tak dapat kau tukarkan kata itu menjadi kata syukur,
Kata syukur Itu pun sama Tuhan, hanya satu kata juga,
Namun mengapa aku sering kali merasakan kata keluh, bukan kata syukur,
Aku disini akan selalu mencoba untuk berdiri tegak Tuhan,
Walau sebenarnya aku tak mampu,
Namun aku percaya, kau ada disampingku,
Yang akan merangkul aku untuk dapat berdiri tegak dalam menjalani kehidupan ini,





Tetap Bertahan



Kakak iwan,
itu lah panggilan ku kepadanya,
Panggilan manis untuknya,
Nama itulah yang saat ini mampu mengisi ruang di hatiku,
Nama itulah yang mampu membuat ku merasakan sakitnya karena merindu,
Nama itulah yang saat ini selalu hadir dan menghiasi hati yang kosong ini,
Nama itulah yang membuat hati ini terlena oleh indahnya cinta,
Dan nama itulah yang menyakitkan dan mencabik-cabik hati ku saat ini,
Karena nama itu tak mampu memberikan kepastian cinta,
Tak memberikan penjelasan apapun kepada ku,
Dan kini pun ia jauh,
Bukan hanya fisik kita yang berjauhan,
Namun hati kita pun saat ini sangat jauh,
Terlalu menyakitkan semua ini untukku,
Dimana hati ini yang selalu saja menanti-nanti hadirnya dirimu,
Namun pada kenyataannya engkau pun tak pernah hadir,
Walau hanya untuk menanyakan kabar ku saat ini,
Dengan sikap mu seperti ini apakah kamu bisa dikatakan mencintaiku,
Bukankan itu jauh dari yang namanya cinta,
Dimana kata yang sering kau ucapkan dahulu,
Apakah itu hanya kata sekedar kata-kata,
Kata-kata yang tak bermakna bagimu,
Dimanakah engkau sekarang, mengapa kau menghilang,
Mengapa kau seperti menjauh dariku,
Mengapa dirimu seperti menyingkir dari hidup ku,
Aku pun mengerti apa yang kau rasakan,
Aku pun sangat memahami keadaan mu,
Namun, tak dapat kah kau singkirkan sejenak semua itu,
Untuk dapat menyatukan hati ini,
Untuk mencoba saling menerima,
Untuk mencoba saling belajar memahami,
Untuk mencoba memahami perasaan ku,
Kau selalu memikirkan perasaannya,
Namun kau pun tak mengerti ada hati yang tersakiti karena kamu hanya memikirkan perasaannya,
Apakah kau tak dapat merasakan betapa perih dan hancurnya hati jni,
Apakah kamu tak dapat melihat luka yang ku rasakan saat ini,
Setidaknya untuk melihat sejenak saja bagaimana terluka dan patahnya hatiku,
Semuanya tak adil untukku,
Jika kau hanya mengerti perasaannya saja.
Apakah kau akan sama seperti dia,
Yang melukiskan luka dihatiku,
Lukisan sakit hati dari dia yang belum begitu kering di hatiku,
Namun mengapa kau saat ini hadir dan menambah lukisan tersebut,
Lukisan yang susah untuk aku menghapusnya dengan waktu yang singkat,
Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk aku menghapusnya,
Kau memberikan kemanisan cinta,
Namun kau lebih banyak mengukir kesakitan di hatiku,
Ini memang rumit untuk kita,
Namun tak bisakah kau membuat ini semua mudah,
Aku pun tak mengerti,
Mengapa kau yang hadir dalam hidup ku,
Yang aku kira dapat menghapuskan luka yang ku rasakan dengan ornag yang sekarang sangat dekat dengan mu,
Mengapa harus kamu,,, mengapa,,,
Walaupun saat ini ada hati yang mencoba masuk kedalam hatiku,
Namun engkau tetap bertahan dan tak bisa dihapuskan dengan nama siapapun,
Nama mu masih membekas di hati ku kak,
Kamu masih bertahan di hati ku,,
Kesetiaan cinta.






Rabu, 04 Juni 2014

Tak mampu membenci

Ketika kau patahkan hati ini,
kau sakiti jiwa ini,
kau campakkan diri ini,
hanya untuk dapat bersamanya,
aku akan mencoba tegar dihadapan mu,
aku akan mencoba tersenyum dalam kesakitan hatiku,
aku akan mencoba berdiri untuk dapat melihat kebahagiaan mu walaupun sebenarnya untuk berdiri pun aku tak mampu,
apalagi untuk berdiri tegak dan melihat mu dgn tersenyum ketika kamu brsamanya,
bagaimana bisa,
aku menyaksikan kebahagiaan mu,
kebahagiaan yang menyakitkan untukku,
aku tak mampu untuk bersedih ketika kamu bahagia,
namun aku akan mencoba untuk tersenyum ketika kamu bahagia,
sebenarnya hati ku ini seperti tergoreskan oleh tajamnya pisau yang kau pegang,
namun aku tak kuasa untuk membenci mu,
jangan kan untuk membenci mu,
untuk melupakan mu sedetik pun sulit bagiku,
bagaimana bisa,
aku membenci orang yang pernah ada dalam ruang hatiku,
ruang yang selalu terbuka untuk mu,
namun aku pun tak sejahat seperti yang kau kira,
ketika kau bersamanya, bukan kebencian yang ada dalam hatiku,
melainkan perasaan yang mencoba untuk dapat menerimanya,
walaupun sebenarnya memang sulit,
namun aku pun selalu berusaha dan terus berusaha bahagia ketika kamu bahagia,
ketika kau bersanding dengannya,
aku pun melirihkan doa kepada Tuhan,
semoga engkau selalu bahagia bersamanya,
ketika kau meminta doa dari ku,
aku tak seperti yang kau sangka,
yang tak mau memberikan doa untukmu,
namun dengan tanpa kau sadari dan kau tau,
aku setiap hari mendoakan mu,
semoga kau dapat bahagia dengannya,
dengan orang yang kau pilih untuk mendampingi hidup mu,
sampai saat inipun aku akan terus dan masih berdoa untukmu,
semoga kau bahagia, dan mendapatkan malaikat kecil yang akan melengkapi hidupmu,
aku pun percaya kepada Tuhan, inilah yang terbaik untuk kita,
dan aku pun bersyukur kepada Tuhan karena aku dapat melepaskan orang yang paling aku sayangi untuk kebahagiaannya bersama orang lain, meskipun awalnya susah untukku, namun sekarang aku pun dapat melepaskan mu,
dan dari kejauhan, akupun dapat melihat kebahagiaan mu,


Puisi untuk mas ku

Ketika ku terdiam dalam kegelisahan,
hati ini hanya mengingat kepada satu arah, yaitu kamu,
kamu yang dahulu tak bermakna dalam hidupku,
kau yang dahulu tak mampu berada dalam ruang sedikit pun di hatiku,
namun sekarang kau mampu menempati di seluruh ruang dalam hatiku,
ketika aku menangis tersedu, aku sangat berharap,
engkaulah yang mampu mengobati dan menjadi pelipur lara ku,
aku berharap bisa berada dalam dekapa mu,
yang selama ini tak pernah aku merasakannya,
aku ingin bersandar di bahu mu,
aku ingin engkau yang mengusap air mata ku yang selalu menetes ini,
dulu kau bagaikan buku, buku yang selalu tertutup dan aku pun takut untuk membuka buku itu,
dulu kau bagaikan duri, yang aku takut ketika hanya ingin menyentuhnya,
kini kau bagaikan air untukku, ketika tak ada air aku akan mati,
aku bagaikan seorang penggembala yang kehausan, dan engkau lah penawarnya,
dibalik sifat kerasmu aku tau tersimpan kelembutan mu untukku,
dibalik ketidak perdulian mu terhadap ku, aku tau kau diam-diam memperhatikan ku,
raga ku ini membutuhkan kasih sayang mu,
kasih sayang tulus dari seorang kakak kepada adiknya,
jika dapat ku mengungkapkan rasa sayang ku ini kepada mu,
aku akan berkata bahwa aku sangat menyayangimu,
namun lidah ini terlalu kaku untuk menyatakan perasaan itu,
aku hanya mampu merasakan rasa sayang ku kepadamu,
namun aku tak kuasa dan tak mampu untuk mengungkapkannya,
mas, kamu sekarang ini adalah semangat hidup ku,
kepadamu aku dapat mencurahkan rasa sakit, rasa sedih, kecewa, dan putus asa,
engkau bagaikan air yang menyirami bunga ketika bunga itu layu dan membutuhkan air,
aku sayang mas Ahmad Fauzi


Menghibur hati yang sedang rapuh

hidup,,,
rumit bagi yang menganggapnya rumit,
indah bagi yang dapat menjalankannya dengan penuh keikhlasan,
berat bagi yang merasa tak mampu untuk menjalaninya,
sakit dan kecewa bila tak dapat menerima sesuatunya dengan ikhlas,
dan pastinya anugrah bagi yang menyadari bahwa hidup ini untuk mengabdi kepada Tuhan.
Allah selalu memberikan sesuatu yang indah kepada kita,
namun Allah tak akan menjelaskan kepada kita sesuatu yang indah itu,
kita akan dapat merasakannya kelak,
ketika kita mampu dan ikhlas menjalani semuanya,
dan tentunya ketika kita dapat positif thingking dengan-Nya,
percayalah semuanya telah diatur oleh-Nya,
dan pastinya ini semuanya terbaik untukmu,
walau terkadang kamu merasa ini bukan yang terbaik untukmu,
apakah kamu akan selalu dan terus saja mengeluh dengan ini semua,
tempat kamu berada saat ini, itulah yang memang harusnya kamu berada,
Allah tidak membuat kesalahan,