MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH
MAKALAH
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia
Dosen Pengampu : Sri Isnani Setyaningsih, S. Ag. M. Hum

Disusun Oleh :
DURROTUN
NAFISAH
(133311036)
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
WALISONGO
SEMARANG
2014
I.
PENDAHULUAN
Dalam kondisi apapun komitmen pemerintah untuk meningkatkan
kualitas pendidikan hendaknya tidak berubah.Pemerintah tetap konsisten untuk
meningkatkan kuantitas maupun kualitas pendidikan.Untuk kepentingan tersebut,
berbagai program telah diluncurkan. Diantaranya, melalui program “Aku Anak
Sekolah”, pemerintah Indonesia memberikan dukungan beasiswa kepada peserta
didik serta dana bantuan operasional (DBO) bagi sekolah yang tidak mampu, untuk
menyelamatkan kuantitas dan kualitas pendidikan, khususnya pendidikan dasar.
Berbagai program yang dilaksanakan telah memberikan harapan bagi
kelangsungan dan terkendalinya kualitas pendidikan Indonesia semasa kritis.
Akan tetapi, karena pengelolaannya yang terlalu kaku dan sentralistik, program
itu pun tidak banyak memberikan dampak
positif, angka partisipasi pendidikan nasional maupun kualitas
pendidikan tetap menurun. Diduga hal tersebut erat kaitannya dengan masalah
manajemen.Dalam kaitan ini, muncullah salah satu pemikiran ke arah pengelolaan
pendidikan yang memberi keleluasan kepada sekolah untuk mengatur dan
melaksanakan berbagai kebijakan secara luas. Pemikiran ini dalam perjalanannya
disebut manajemen berbasis sekolah (MBS) atau school based manajemen (SBM),
yang telah berhasil mengangkat kondisi dan memecahkan berbagai masalah
pendidikan di beberapa Negara maju, seperti Australia dan Amerika.[1]
Seperti
halnya dalam surat An-Nisa’ ayat 59 yang berbunyi:
$pkš‰r'¯»tƒtûïÏ%©!$#(#þqãYtB#uä(#qãè‹ÏÛr&©!$#(#qãè‹ÏÛr&urtAqß™§9$#’Í<'ré&urÍöDF{$#óOä3ZÏB(bÎ*sù÷Läêôãt“»uZs?’Îû&äóÓx«çnr–Šãsù’n<Î)«!$#ÉAqß™§9$#urbÎ)÷LäêYä.tbqãZÏB÷sè?«!$$Î/ÏQöqu‹ø9$#urÌÅzFy$#4y7Ï9ºsŒ×Žöyzß`|¡ômr&ur¸xƒÍrù's?ÇÎÒÈ
“Hai orang-orang yang
beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara
kamu.kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah
ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman
kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan
lebih baik akibatnya” (QS. An-Nisa’
ayat 59).[2]
II.
RUMUSAN
MASALAH
A.
Apa
pengertian MBS?
B.
Bagaimana
sejarah munculnya MBS?
C.
Apa
saja alasan dan tujuan diterapkannya MBS?
III.
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
MBS
Secara leksikal, Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) berasal dari tiga
kata, yaitu manajemen, berbasis, dan sekolah.Manajemen merupakan proses
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para
anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai
tujuan organisasi yang telah ditetapkan.[3]
Berbasis memiliki kata dasar basis yang berarti dasar atau asas. Sekolah adalah
lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima dan memberikan
pelajaran.[4]
Istilah Manajemen Berbasis Sekolah
merupakan terjemahan dari “school-based management”[5].
Istilah ini pertama kali muncul di Amerika Serikat ketika masyarakat mulai
mempertanyakan relevansi pendidikan dengan tuntutan dan perkembangan masyarakat
setempat.[6]
Tuntutan perubahan lingkungan sekolah dimaksud antara lain tuntutan dunia
kerja, tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi, tuntutan sosial, ekonomi, hukum
dan politik. Secara lebih sempit MBS hanya mengarah pada perubahan tanggung
jawab pada bidang tertentu seperti dikemukakan Kubick (1998).MBS meletakkan
tanggung jawab dalam pengambilan keputusan dari pemerintah daerah kepada
sekolah yang menyangkut bidang anggaran, guru, siswa, dan orang tua.
Dengan
demikian, dapat disimpulkan bahwa MBS adalah model pengelolaan sekolah dengan
memberikan kewenangan yang lebih besar pada tingkat sekolah untuk mengelola
sekolahnya sendiri secara langsung.[7]MBS
merupakan salah satu wujud dari reformasi pendidikan yang menawarkan kepala
sekolah untuk menyediakan pendidikan yang lebih baik dan memadaibagi para
peserta didik.[8]
Manajemen peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS) merupakan
sistem pengelolaan persekolahan yang memberikan kewenangan dan kekuasaan kepala
sekolah untuk mengatur kehidupannya sesuai dengan potensi, tuntutan, dan
kebutuhan sekolah yang bersangkutan.[9]
B.
Sejarah
MBS
Latar belakang munculnya Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) tidak
terlepas dari kinerja pendidikan di suatu negara berdasarkan sistem pendidikan
yang ada sebelumnya.Di Hong Kong misalnya, kemunculan MBS dilatar belakangi
kurang baiknya sistem pendidikan saat itu.Antara tahun 1960-an hingga 1970-an
berbagai inovasi dilakukan melalui pengenalan kurikulum baru dan pendekatan
metode pengajaran baru dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan, namun
hasilnya tidak memuaskan. Demikian juga di negara lain seperti Kanada, Amerika
Serikat, Australia, Inggris, Prancis, Selandia Baru dan Indonesia.
Di Indonesia, latar belakang
munculnya MBS tidak jauh berbeda dengan negara-negara maju yang terlebih dulu
menerapkannya. Perbedaan yang mencolok adalah lambatnya kesadaran para
pengambil kebijakan pendidikan di Indonesia. Bayangkan saja di banyak negara
gerakan reformasi pendidikan model MBS ini sudah terjadi pada tahun 1970-an dan disusul di banyak negara pada tahun
1980-an, namun di Indonesia baru dimulai 30 tahun kemudian. Hal ini tidak
terlepas dari sistem pemerintahan otoriter selama orde baru. Semua diatur dari
pusat, yaitu di Jakarta baik dalam penentuan kurikulum sekolah, anggaran
pendidikan, pengangkatan guru, metode pembelajaran, buku pelajaran, alat peraga
hingga jam sekolah maupun jenis upacara yang harus dilaksanakan sekolah.
Selama bertahun-tahun upaya
perbaikan pendidikan selalu dilaksanakan dengan cara tambal sulam. Hingga buku
ini ditulis pun belum ada upaya reformasi pendidikan yang sesungguhnya, yang
terjadi hanyalah inovasi pendidikan yang masih setengah hati karena keengganan
para birokrat pendidikan. Apa yang dimaksud dengan MBS di Indonesia sebenarnya
belumlah merupakan bentuk reformasi , karena tidak terpenuhi beberapa prasyarat
dan melewati tahap-tahap yang benar.
Dengan demikian, dapat dirumuskan
bahwa MBS muncul karena beberapa alasan.Pertama,
terjadinya ketimpangan kekuasaan dan kewenangan yang terlalu terpusat pada
atasan dan mengesampingkan bawahan.Kedua,
kinerja pendidikan yang tidak kunjung membaik bahkan cenderung menurun di
banyak Negara.Ketiga, adanya
kesadaran para birokrat dan desakan dari para pecinta pendidikan untuk
merestrukturisasi pengelolaan pendidikan.
C.
Alasan
dan Tujuan Diterapkan MBS
MBS di Indonesia yang menggunakan model MPMBS muncul karena
beberapa alasan, antara lain pertama, sekolah lebih mengetahui kekuatan,
kelemahan, peluang, dan ancaman bagi dirinya sehingga sekolah dapat
mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang tersedia untuk memajukan
sekolahnya.Kedua, sekolah lebih mengetahui kebutuhannya.Ketiga, keterlibatan
warga sekolah dan masyarakat dalam pengambilan keputusan dapat menciptakan
transparansi dan demokrasi yang sehat.
Alasan profesional bahwa tenaga kerja sekolah harus berpengalaman
dan memiliki keahlian untuk membuat keputusan pendidikan yang paling sesuai
untuk sekolah terutama untuk para siswa. Tenaga kerja yang profesional juga
dapat memberi sumbangan pengetahuan kependidikannya yang berkaitan dengan
kurikulum, pedagogi, pembelajaran, dan proses manajemen sekolah. Mereka juga
mampu memberi motivasi dan komitmen yang lebih baik untuk pengajaran di
sekolah.
Tujuan penerapan MBS untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara
umum baik itu menyangkut kualitas pembelajaran, kualitas kurikulum, kualitas
sumber daya manusia baik guru maupun tenaga kependidikan lainnya, dan kualitas
pelayanan pendidikan secara umum.Bagi sumber daya manusia, peningkatan kualitas
bukan hanya meningkatnya pengetahuan dan ketrampilannya, melainkan meningkatkan
kesejahteraannya pula.
MBS menganggap keberhasilan pendidikan seperti dikemukakan oleh
Reynolds (1997) bahwa dalam konteks MBS, keberhasilan pendidikan harus
didefinisikan ulang, bukan semata-mata pada ukuran standar prestasi siswa.
Keberhasilan pendidikan harus berada dalam konsep yang lebih luas yang
diantaranya mencakup hal-hal berikut ini: pola keterampilan berpikir yang lebih
baik, pemahaman dan penghargaan pada multi budaya, menurunnya tingkat putus
sekolah (drop-out), pelayanan kepada masyarakat, terbukanya berbagai
pilihan (mata pelajaran), partisipasi di dalam kelas matematika dan IPA yang
lebih tinggi, pilihan dan kesuksesan pasca pendidikan menengah, dimilikinya
konsep pribadi siswa dan kreativitas serta keindahan dalam seni.[10]
IV.
SARAN
Dari pembahasan di atas sudah sangat jelas apakah yang dimaksud
dengan Manajemen Berbasis Sekolah dan dalam pembahasan tersebut juga sudah
banyak penjelasan hal apa saja yang harus dilakukan dalam pelaksanaan MBS
tersebut agar pelaksanaan MBS dapat berhasil sesuai tujuan yang ingin dicapai.
Menurut penulis sendiri, untuk mencapai keberhasilan MBS perlunya tenaga ahli
yang profesional dalam melaksanakan MBS tersebut, cara menumbuhkan inovasi
sendiri sangat diperlukan supaya dapat mencapai tujuan sesuai rencana, tentunya
tidak mudah untuk para guru dalam melaksanakan MBS tersebut maka diperlukannya kerja sama, saling melengkapi
dalam kinerja dan musyawarah dalam mengambil keputusan. Dengan kombinasi yang
demikian rupa, akan mudah untuk mencapai keberhasilan MBS yang telah
direncanakan.
V.
KESIMPULAN
Sekarang ini perlu kita harus menyadari akan pentingnya manajemen
berbasis sekolah, yang memberikan kewenangan penuh kepada sekolah dan guru
dalam mengatur pendidikan dan pengajaran, merencanakan, mengorganisasi,
mengawasi, mempertanggungjawabkan, mengatur, serta memimpin sumber daya insani
serta barang-barang untuk membantu pelaksanaan pembelajaran yang sesuai dengan
tujuan sekolah. Manajemen berbasis sekolah juga perlu disesuaikan dengan
kebutuhan dan minat peserta didik, guru-guru, serta kebutuhan masyarakat
setempat.Untuk itu, perlu dipahami fungsi-fungsi pokok manajemen, yaitu
perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pembinaan. Dalam prakteknya keempat
fungsi tersebut merupakan suatu proses yang berkesinambungan. Oleh karena,
perlu adanya keempat fungsi itu agar dapat terciptanya sekolah seperti yang
diharapkan.
VI.
PENUTUP
Demikian makalah ini saya sampaikan.Saya sadar bahwa karya tulis
ini belum sempurna baik dari segi penulisan maupun materi yang disampaikan.
Oleh karena itu saya sangat berharap akan kritik dan saran dari pembaca untuk
kemajuan dan perbaikan makalah berikutnya. Semoga makalah ini bermanfaat bagi
pembaca.Amin.
[1]E. Mulyasa.
Manajemen Berbasis Sekolah Konsep, Strategi, dan Implementasi. Bandung: PT
Remaja Rosdakarya. 2002. Hlm. 10.
[2]Al-Qur’anul
Karim.Surat An-Nisa’.Ayat 59.Hlm. 86.
[3]Engkoswara dan
Aan Komariyah.Administrasi Pendidikan. Bandung: Alfabeta. 2010. Hlm. 86.
[4]Nurkolis. Manajemen
Berbasis Sekolah Teori, Model, dan Aplikasi. Jakarta: PT Grasindo. 2003.
Hlm. 1.
[5]Husaini Usman. Manajemen
Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. 2008. Hlm. 573.
[6] E. Mulyasa.
Manajemen Berbasis Sekolah Konsep, Strategi, dan Implementasi. Hlm. 24.
[7]Nurkolis. Manajemen
Berbasis Sekolah Teori, Model, dan Aplikasi. Hlm3-11.
[8] E. Mulyasa.
Manajemen Berbasis Sekolah Konsep, Strategi, dan Implementasi. Hlm. 24.
[9] E. Mulyasa. Manajemen
dan Kepemimpinan Kepala Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara. 2011. Hlm.177.
[10]Nurkolis. Manajemen
Berbasis Sekolah Teori, Model, dan Aplikasi. Hlm. 16-29.
DAFTAR PUSTAKA
Al-Qur’anul Karim. Surat An-Nisa’.Ayat 59.
Engkoswara dan Komariyah. Administrasi Pendidikan. Bandung:
Alfabeta. 2010.
Mulyasa, E. Manajemen Berbasis Sekolah Konsep, Strategi, dan Implementasi.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2002.
Mulyasa, E. Manajemen dan Kepemimpinan Kepala Sekolah.
Jakarta: Bumi Aksara. 2011.
Nurkolis. Manajemen Berbasis Sekolah Teori, Model, dan Aplikasi.
Jakarta: PT Grasindo. 2003.
Usman, Husaini. Manajemen Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan.
Jakarta: Bumi Aksara. 2008.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar